Pembahasan Draft Rancangan Kebijakan Energi Nasional

8 11 2010

Sumber : http://www.ristek.go.id/?module=News%20News&id=7248

Seiring pembangunan dan pertumbuhan bangsa penggunaan energi pun bertambah. Namun penyediaan energi terutamanya energi berbasis fosil semakin sulit karena semakin berkurangnya sumber daya alamnya. Kondisi yang semakin mendesak ini membuat penggunaan energi baru dan terbarukan menjadi suatu keniscayaan.

Dewan Energi Nasional (DEN) sebagai lembaga pemerintah yang dipimpin langsung oleh presiden, bertugas untuk menghasilkan kebijakan energi yang akan menjadi acuan bagi seluruh instansi dan pihak terkait. Kebijakan energi nasional ini nantinya akan mengakomodir aspirasi dan kepentingan pihak pemerintah dan unsur pemangku kepentingan baik dari akademisi, industri hingga pemerhati lingkungan.

Dalam rangka penyusunan draft kebijakan energi nasional yang akan diusulkan ke DPR, anggota DEN melaksanakan sidang anggota ke-6 yang rutin dilaksanakan setiap 2 bulan sekali di Kantor Kementerian ESDM, pada  Kamis, 4 November 2010.

Kebijakan yang dibahas meliputi kebijakan umum energi nasional, kebijakan energi berdasarkan jenis, kebijakan konservasi dan efisiensi energi dan pelaksanaan pengawasan kebijakan lintas sektor tentang kebijakan pemanfaatan bahan bakar gas (bbg) di sektor transportasi.

Menurut ketua harian DEN yang juga selaku Menteri ESDM, Darwin Saleh, pengguna energi paling besar adalah transportasi dan industri sehingga penggunaannya harus diatur.

Selain itu, mengingat bahwa kebijakan energi nasional ini jika ditetapkan nantinya akan dijadikan acuan hingga 2050.  Menteri Negara Riset dan Teknologi, Suharna Surapranata menyarankan, agar setiap pasal dan poin yang dibahas haruslah disepakati secara mufakat.

“Salah satu pokok penting dalam draft kebijakan umum energi nasional adalah meningkatkan pangsa sumber daya energi baru dan terbarukan, yang salah satunya adalah energi nuklir. Sebagian anggota DEN menyetujui pembangunan PLTN untuk menghindari krisis listrik yang berkepanjangan”, ujar Darwin.

Kesiapan pemanfaatan nuklir dan tenaga ahli nuklir dalam mendukung pembangunan PLTN merupakan tanggung jawab BATAN, yang menjadi salah satu LPNK di bawah koordinasi Ristek.

Seluruh rincian pokok kebijakan energi tersebut mengarah kepada penciptaan ketahanan dan kemandirian energi yang berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

Turut hadir dalam sidang ini, dari pihak pemerintah antara lain: Menteri Negara Lingkungan Hidup, Gusti Hatta; perwakilan dari Kementerian Transportasi, Bappenas, serta Kementerian terkait lainnya. Sedangkan yang hadir dari unsur pemangku kepentingan antara lain: Agusman Effendi, Rinaldy Dalimi, Tumiran, Mukhtasor. (mha/humasristek)


Aksi

Information

2 responses

8 11 2010
soedardjo

Terima kasih infonya pak Mulya, akan saya crossposting di wb
Salam dardjo

9 11 2010
juarsa

Sama-sama pak Darjo, minimal buat ngegugah kita2…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: