Dedikasi tugas akhir

28 09 2010

Semenjak tahun 2009, ada dua orang mahasiswa jurusan Teknik Mesin dan Industri (JTMI) FTUGM yang tugas akhir di lab. Termohidrolika eksperimental, objek risetnya juga disesuaikan dengan asal-usul kerjaan mereka. Tema riset soal kecelakaan reactor nuklir, dan dilakukan secara eksperimental. Baiknya saya sebut saja nama mereka, yakni Bambang Riyono dan Shinta Habsari, mereka itu adalah angkatan ke-2 program beasiswa dari BAPETEN. Alhamdulillah mereka bisa lulus tepat waktu dengan hasil yang memuaskan. Kebetulan saya dipercaya (kepaksa kali …) ditunjuk jadi pembimbing lapangan, dan pembimbing utamanya adalah maha guru dari FTUGM, Prof. Dr.Ing. Indarto,DEA. Beliyau emang jagoannya di dua-fasa dan perpindahan panas. Seneng banget bisa kerjasama dengan orang mumpuni seperti beliyau. Nah, yang perlu diceritain adalah bagaimana kedua sahabat kita tersebut menjalani risetnya dan bisa lulus dengan hasil yang memuaskan.

Awalnya ketika mereka datang ke lab. dan diskusi dengan saya soal tema riset, kelihatan banget masih bingungnya, meski mereka kerja di lembaga pengawasan nuklir dan berpendidikan dari teknik nuklir, nampaknya tugas2 harian mereka emang udah gak berurusan dengan riset me-riset lagi. Jadinya, emang bingung deh. Setelah beberapa kali pertemuan, dan emang keduanya ternyata tipikal orang2 yg suka nanya kalo gak ngerti plus rajin ke lab., alhasil dalam beberapa minggu proposal riset dah jadi, kebetulan emang dah lama mereka pengen pelajari kecelakaan reaktor. Waktu saya baca proposalnya, wah? kaget juga ternyata mereka sudah bagus dalam menyusun proposal dan lumayan lengkap serta jelas (bagi saya loh, gak tahu orang lain mah). Jadi akhirnya pada Oktober 2009, mereka ikut ujian proposal. Meski katanya dag-dig-dug, namun risetnya layak maju, kemudian babak baru mereka untuk terjun riset di lab. pun dimulai. Apalagi riset mereka eksperimental (enggak simulasi computer), tentunya selain justifikasi parameter apa yg kudu diperhatiin dan cara analisisnya gemana, ternyata mereka baru tahu, bahwa eksperimental itu kendala dan tantangan macem-macem dan gak terduga. Kebetulan tema riset mereka adalah bagian dari riset S3 saya, sehingga sangat membantu sekali untuk progres saya. Tapi emang gile, variasi eksperimen yg lumayan banyak, plus parameter yg muncul ditambah ngolah data yg ratusan ribu (soalnya pake sampling rate 100/detik). Belum lagi mecah-in gambar2 dari video kamera kecepatan tinggi yg disetting 1000 fps. Lumayan amburadul deh kerjaan mereka. Terus ditambah mereka kudu setiap minggunye presentasi di lab.termo, nambah numpuk beban mereka.

Setiap masalah yg muncul, emang tiba-tiba, beberapa kendala seperti kebocoran, heater yg putus dan alat yg rusak, serta permasalah teknis dan non-teknis lainnya kudu segera diperbaiki dan diatasi, praktis jadwal jadi molor. Tapi tetep aje tuh dua temen2 kerjanya emang ngimbangin ane dan temen2 kru di lab.termo, jadi rada enak kita sejalan. Gak pantang mundur, meski kadang pulang dari lab. sering telatan. Disini emang keliatan banget, kalo emang seriyus dan punya target pengen lulus tetap waktu yah emang kudu kerja keras, gak ada cara lain. Hasilnya? Wah, setelah seminar di bulan Mei atau Juni yah? (lupa), terus sidang bulan Juli 2010. Alhamdulillah, sidang mereka lancar-lancar aje, dan lulus sangat memuaskan. Wah kerja berat emang, tinggal data-data mereka kudu diolah lebih lanjut sebagai preliminary riset ane. Salut deh, kelihatan jelas kalo orang yg punya kemauan, jalannya juga gak sulit meski kudu ngelewatin krikil2 tajem ame lubang2. Oh, ya. Bambang motornya juga ilang, nama motonye PIO (alias Scorpio), ilang di embat maling di kosannya. Belum lagi tuh mereka, bolak-balik Serpong-Yogya nemuin pembimbing utama, wah pegel deh. Semua bisa mereka lalui. Apa yg udah mereka lakukan sebenernya sih, merupakan contoh untuk saya juga, bahwa saya juga kudu terus2 semangat, apapun resiko yg bakal muncul. Namanye juga mau merubah nasib, yah kudu dikerjain dan dijalanin, padahal kadang antara badan ame hati suka gak nyambung. Yang bisa dipelajari dari dedikasi Bambang dan Shinta adalah, ketidak mengertian mereka adalah modal awal untuk tetap berusaha, usaha untuk tetep melakukan kegiatan dan tidak berhenti dengan bertanya, bertanya ke buku, internet, pembimbing dan kolega. Semua karena 99% keringat mereka, bukan karena 1% kepintaran mereka.

Foto abis sidang, sumringah

Sekali lagi selamat untuk Bambang dan Shinta, semoga segera lanjut untuk S3 dan bekal kecintaan terhadap riset, enggak luntur sama tugas sehari-hari di kantor. Thanks berat untuk termo grup yg sudah banyak membantu, khususnya pak Ismu dan mas Kiswanta.

Judul thesis:

  1. Bambang Riyono: Studi Eksperimental Perpindahan Kalor Pendidihan di Celah Sempit Anulus Berdasarkan Variasi Temperatur Pendingin.
  2. Shinta Habsari : Studi Eksperimental Perpindahan Kalor Pendidihan pada Celah Sempit Anulus dengan Variasi Lebar Celah dan Temperatur Awal Berbasis Kasus Double Heating

To: mas Bambang dan mbak Shinta, sorri ane baru sempet nulisin. Sukses selalu yee.


Aksi

Information

12 responses

28 09 2010
desylvia

sy setuju sama statement Bpk yg 99% usaha dan 1% kemampuan….sy juga merasa gitu lho P selama PKL hehee…..yg penting usahaaa duluuu hasil tergantung usaha, hmm…memang mungkin lebih baik lagi bila usaha didukung kemampuan dan kecerdasan tapi itu yang belum sy punya heee

28 09 2010
juarsa

Bukannya enggak punya Va, mungkin belum menyadarinya. Masak sih Allah gak adil? semua manusia dikasi kemampuan sama, kembali ke hati masing2, mau keras gak usahanye? Occeyyy….?

29 09 2010
bramantya

bagus tulisannya, sangat menginspirasi.
kalau guru kecil (bukan mahaguru,hehe) seperti saya boleh tidak menyambung jejak Pak Indarto🙂

29 09 2010
juarsa

Mas Bramantya, bukan boleh lagi mas tapi wajib kayaknye. Met berjuang yah. perlu regenrasi deh, saat pak Deen Darlianto lg berguru di Jerman. entar tahun depan sudah memperkuat JTMI FTUGM deh. Semangat mas.

29 09 2010
sinta

terima kasih Sensei….setahun kemaren adalah tahun yang penuh pengalaman berharga buat saya. hasil kerja kita bersama, semoga kelulusan ini tidak menjadi akhir tapi menjadi awal bagi langkah saya di dunia riset….

29 09 2010
juarsa

Sama-sama mbak Sinta, amin semoga mbak tetep eksis di riset, bapeten tentunya sangat butug pe-riset yg muda2. Biar ndak di boongin…heheh. Ditunggu es-3 nya yah…

29 09 2010
soedardjo

Si Celana pendek Bob Sadino, bilang, kalau mempunyai kemauan, sebaiknya yang mengalir saja. Jangan punya beban. Sebab jika mempunyai beban secara fisika, kekuatan pengungkitnya harus kuat. Jika gaya pengungkit tidak kuat dengan beban yang akan diungkit, maka boyok kita akan keseleo, atau akan patah tulang punggung kita, atau badan menjadi turun beruk.

Tiap orang mempunyi prioritas, semakin tua banyak permasalahan, harus memilih mana yang baik. Bisa saja baik untuk karir, belum tentu baik untuk rumah tangga. Sudah banyak di sekitar kita, teman se LPND. Sukses karirnya, tidak sukses rumah tangganya. Atau sukses rumah tangganya, tidak sukses karirnya. Hal tersebut adalah balance.

Untuk menjadikan sesuatu hal yang berat sebagai sasaran hidupnya, maka perlu ilmu NEED HABIT. Misal perlu menjadi mahasiswa lulus sangat memuaskan. Untuk menuju ke situ, keperluan atau need atau sasaran tersebut, harus dijadikan menjadi suatu kebiasaan, atau habit, misal rajin meneliti, bekerja, mencari referensi dan sebagainya.

Cilakanya jika atmosfer kerja dikuasai oleh orang yang sedang berkuasa dan menentukan. Atmosfer kerja sulit kita ubah, kecuali yang berkuasa mau mengubahnya.

Kalau tidak mau mengikuti atmosfer kerja, yach keluar dari atmosfer kerja yang tidak cocok dengan kita, dan itu suatu langkah escape from confortable zone to comfortable zone for him/her self. Memang berat wiwitannya (initial point), namun smoga hari kedepannya akan tambah cerah. Selamat bereksperimen teman……….

29 09 2010
juarsa

Yth. Pak Dardjo, saya kira di awal kalimat bapak mau pantun, tahunya mencontohkan om Bob. BTW, mamang atmosfer dan kebijakan sangatlah menentukan untuk riset agar kondusif selain memang modal pokok dari personal kita sendiri. Kedua-duanya kudu sinergi, kalo yg empunya kebijakan kurang dukung sementara personilnya kenceng, ya gak nyambung. atau sebaliknya, personil senengnya leha-leha, sementara si bos pontang-panting ngusahain. Runyam juga tuh.

Betul memang, kalo udah ndak tahan yah pindah, meski pindah itu sendiri belum tentu lebih baik. namun Rasullah udah mencontohin dalam sejarahnya dengan hijrah dari mekkah ke madinah. Sekali semua dalam rangka syiar, kalo kita syiar elmu kali yee. Terimakasih pak Dardjo, selaku senior saya atas kritikan dan nasehatnya.

29 09 2010
Bambang Riyono

Wah terima kasih sekali sensei, saya kira apa yang di tulis sensei bener2 touching the heart dech, moga2 ada yang bisa diambil utk menjadi pelajaran utk kita bersama, btw saya masih ingat dulu ada iklan tentang seorang insinyur yang berhasil membangun bangunan yang megah dan mengagumkan, trus dia bilang kalo mau tanya bagaimana cara membuat bangunan tersebut tanya pada saya (maksudnya si insinyur itu),tapi kalo mau tanya siapa yang membuat seorang insinyur yang bisa membuat bangunan itu tanya pada bapak saya (bapaknya si insinyur maksudnya), so leading dari iklan tersebut sebenarnya menunjukkan bahwa di balik kesuksesan seseorang pasti ada bagian/porsi orang lain yang menyebabkan hal tersebut menjadi sukses, jadi sebenarnya tidak mungkin ada kesuksesan tanpa didukung oleh orang / komponen lain, untuk itulah maka dengan segala kerendahan hati pada blog ini saya juga ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya utk sensei-ku, dan semua temen2 termo yang sangat mendukung terselesainya thesis saya, tanpa bantuan mereka saya kira semuanya akan jadi “nothing”, sekali lagi thanks to sensei-ku yang telah memberikan banyak hal yang inovatif dan inspiratif dan membuka wawasan berfikir walaupun terdengar agak idealis, tapi itulah yang harus dimiliki oleh seseorang yang ingin sukses. Semoga cita2 yang diidam-idamkan bersama bisa terwujud, yang pada akhirnya akan meletakkan baik hasil reseach-nya maupun researcher Indonesia bisa sejajar dengan negara-negara lain

29 09 2010
juarsa

Mantaps mas, tinggal undangan nikahnya dan proposal S3 nya nih ditunggu…hehehe, keep fight Bro.

10 03 2011
helenraflis

luar biasa… Keberhasilan Sang Mahasiswa tentu juga keberhasilan Sang Guru, sukses selalu tuk ‘Mahasiswa’ dan ‘Guru’-nya..

11 03 2011
juarsa

Terimakasih mas Helen….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: