Selamat Hari Raya IDUL FITRI 1431 H

8 09 2010

Assalamu’allaikum Wr Wb.

Berbahagialan bagi kita yang telah hampir 30 hari mengarungi bulan nan Suci dan Barokah ini, RAMADHAN. Sejenak lagi, hari raya Idul Fitri 1431 H yg diperkirakan jatuh pada tanggal 10 September 2010 akan hadir menghampiri kita. Hari itu pulalah perpisahaan kita dengan Ramadhan. Semoga tahun depan kita semua bisa mengalami Ramadhan kembali, dengan lebih bermotivasi, dengan lebih berbahagia dan dengan lebih kekhusyuan dalam setiap jengkal pelaksanaannya.

Bagi saya pribadi, Ramadhan tahun ini sudah lebih baik dibandingkan tahun kemarin. Saya sangat merasakan, fluktuatifnya keimanan saya dan keteguhan saya dalam beribadah. Malu sebenernya, malu terhadap Allah SWT dan malu pada diri sendiri, bahwa peningkatan kualitas melalui ibadah vertikal (habluminallah) dan horizontal (habluminalam, habluminannas) pada Ramadhan kali ini hanya sejengkal dan sangat tidak memuaskan. Meskipun semua berusaha saya jalani dengan ikhlas, namun masih banyak bolong-bolong dan kekurangan-kekurangan dalam pelaksanaannya. Rugi rasanya, dan memang penyesalan selalu terakhir datangnya, bahwa Ramadhan hampir lewat begitu saja. Ramadhan ibarat lorong waktu yang menuntun kita lepas dari kegelapan yg dalam di ujung terowongan yang lainnya, untuk menuju ke ujung terowongan satunya lagi yaitu kesucian dan cahaya yang terang benderang. Idul Fitri, adalah ujung terowongan yg ingin kita capai, dari kondisi sebelum Ramadhan yang sepertinya kita hidup di dalam kegelapan, ataupun proses yg harus kita jalani untuk lebih memperbaiki diri, dari satu masa Ramadhan ke masa Ramadhan lainnya, hingga ajal menjemput.

Tahun ini, meskipun kondisi kami secara pribadi lebih prihatian dibanding tahun-tahun lalu, namun, justeru nilai-nilai kesederhanaan dan apa adanya selama menjalani ibadah shaum dan ibadah di Ramadhan lebih memiliki arti. Bahwa sanya shaum kita diperuntukkan untuk Allah, melalui proyeksi diri dengan merasakan bagiamana penderitaan kaum fakir miskin dan yatim piatu di dunia ini, yang selalu hidup dalam kesederhaan dan malah di bawah kesederhanaa. Alhamdulilah, suasana yg pas-pasan dan sederhana pada tahun ini, telah menjadikan Ramadhan kali ini lebih memiliki rasa. Bahwasannya berlebih-lebihan hanya untuk memenuhi hasrat / nafsu kemanusian, berlebih-lebihan hanya karena orang lain adalah hal yang sangat Allah tidak sukai. Ironis, terkadang Ramadhan malah menjadi bulan dimana semua harus serba lebih, dan kebanyakan dari kita salah menafsirkan, bahwa berlebih disini adalah berlebih dalam melaksanakan ibadah kepada Allah, manusia dan alam, meningkatkkan volume dan intensitas perbuatan baik, dan mengurangi pola-pola hidup berlebih secara materi.

Menjelang, hari raya ini, kita banyak menonton di televisi, bagiamana si Kaya dengan bangganya membagi-bagikan harta sebagai pelaksanaan dari ibadah pada Ramadhan, sementara dengan berdesak-desakannya mereka kaum miskin, malah ada yg sakit, luka dan meninggal, kondisi nampaknya tidak menjadi pertimbangan si kaya. Tontonan ini dari tahun ke tahun selalu tidak berubah, meskipun pelaksanaan diarahkan untuk mencegah korban dengan meminta bantuan personil appratur negara dan organisasi massa, tetap saja tontonan seperti itu bukanlah yang di inginkan Rasullah SAW. Menyantuni fakir miskin, definisi yg memilki arti luas, yaitu memberikan sedekah dan bersantun dengan menghargai, mencintai mereka saat prosesi pemberian sedekah atau dzakat dilakukan. Yaitu dengan memanusiakan mereka, karena belum tentu derajat si Kaya lebih tinggi dari derajat si Miskin di mata Allah. Disini semestinya, mereka dihampiri, berkomunikasi, lalu diberi. Yang nampak, dan menjadi tontonan di penghujung Ramadhan adalah, layaknya seperti mempertontonkan keunggulan, dan keyakinan bahwa ibadah si Kaya akan lebih bagus di Ramadhan ini.

Siapa yag lebih bagus, Rapor Ramadhannya? Hanya Allah yg tahu. Siapa yg telah memperoleh Lailatul Qodar, hanya Allah yg tahu. Selain Allah, kitalah juga tahu dan namun kita lebih mudah menyembunyikan kebenaran. Jadi, entah kiyai yg sering on-line di teve dan menunjukkan betapa pentingnya shaum dan hebatnya ramadhan, atau tukang becak atau kuli panggul yg tidak berpuasa selama ramdhan karena kewajibanya untuk member makan anak istri..mana yg lulus? Hanya Allah yg tahu, karena ibadah kita yg dilakukan selama Ramadhan bukan untuk kita, tapi untuk Allah. Semua berpulang ke kita, kepada apa yg kita tekuni dan lakukan selama bulan suci ini, dan akan terasa dampaknya setelah awal Syawal kita mulai. Bahwa kualitas manusia yg telah memperoleh lailatut qodar atau rapor yg bagus, akan tercemin dari prilakuknya setelah Ramadhan.

Bahagia dan bahagia, hanya ini yg terasa, bahwa periode ini telah saya lakukan Insya Allah lebih baik dibandingkan tahun lalu. Sedih, dan sedih bahwa Ramadhan akan berlalu, dan aroma bulan suci akan terlewat. Ramadhan bisa diibaratkan sebagai hujan yg membahasi tanah2 kering karena kemarau, bayangakn saat hujan akan turun, aroma tanah basah sudah tercium, dan saat  berlalu, aroma kesegaran dan bersihnya alam karena telah dibersihkan hujan akan tertinggal.

Semoha amal ibadah kita diterima Allah SWT. Amin.

Wa’alaikum Salam Wr Wb.

Kami : 
Mulya Juarsa, Syahniza Juarsa, Khalid Muhammad Juarsa, 
Zalya Annisa Juarsa & Tri Mulya Aflah Juarsa

Aksi

Information

4 responses

8 09 2010
Heny Suseno

Iye bang ..Selamet hari raya Ied.. syukurlah tahun ini lebih baik dibandingkan tahun kemarin… mudah-mudahan tahun depan ketemu lagi sama Ramadhan.. salam dari Kami: Gue, Icha dan NIsha

8 09 2010
juarsa

Terimakasih kang Heny, terimakasih atas persahabatan dan persuadaraan yang telah diberikan. Mohon maaf lahir dan batin yg tulus dari kami. Amin

9 09 2010
desylvia

minal `aidzin wal faidzin P ….
maaf sy g jago mengarang kata2😀

9 09 2010
juarsa

Sama-sama Va, yg penting bukan menjago ngarang, yg penting adalah kemampuan memaafkan kita dna ketulusan hati kita. Maaf lahir batin ya Va. dari kami sekeluarga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: