Kurma, buah dari Arab, teman berbuka puasa dan faedahnya

24 08 2010

Hal yang sangat menggelikan (atau mengherangkan?), ketika kita berada di rentang waktu antara saat mau berbuka dan setelah berbuka. Kenapa?, saat mau berbuka biasanya fikiran udah menghayal kemana-mana soal menu kita untuk berbuka puasa. Kalo bisa, segala yang lezat-lezat dari es campur, kolak, kue, gorengan dan makanan/minuman lainnya numplek di meja makan dan kudu masuk ke perut semua. Namun, pas kita berbuka hanya dengan segelas teh manis, semua hayalan tadi “sirna” sudah. Mulai kita pelan-pelan mengkonsumsi makan/minuman lainnya. Biasanya sesudah tarawih baru rada makan berat, atau malah langsung tidur.

Makan/Minuman hidangan puasa di Indonesia akan cenderung diperkaya oleh cirri khas kuliner Indonesia, tadi itu, kolak, es campur, pisang ijo, dll yang rata-rata semuanya ber-santan ria dan ber-manis ria. Pasangan panganan tersebut jelas mengandung kolesterol dan glukosa. Tubuh jadi berat tuh untuk mengurai zat-zat tersebut, biasanye dampak akan kelihatan pas pulang tarawih. Langsung tancep tidur, atau malah tidur saat tarawih. Namun kita juga gak perlu apriori deh sama masakan khas bangsa kita, khususnya yang pada muncul saat-saat bulan Ramadhan. Toh semua kembali ke pilihan kita, mau makan ataw minum yang mana? Kembali ketulisan di atas, semua hayalan soal makan biasanye pada hilang setelah kita berbuka.

Makanan apa sih yang bukan Indonesia, tapi muncul saat bulan puasa? Buah kurma, dari pohon jenis palem yang berbuah. Pohon kurma diyakini berasal dari dataran sekitar teluk Persia dan pada zaman kuno kurma memang melimpah di antara sungai Nil dan sungai Eufrat. Alphonse de Candolle mengklaim bahwa pohon kurma tumbuh di masa pra sejarah mulai dari Sengal hingga lembah sungai Indus di India Utara, khususnya di antara garis lintang 15 dan 30. Ada bukti arkeolog penebangan di wilayah Arab bagian timur pada 4000 tahun sebelum masehi.  Kurma sering kali di anggap sebagai lambang kesuburan, dan digunakan sebagai gambar di simbol-simbol mata uang. Banyak sekali literature yang menjelaskan tentang sejarah dan kisah yg berkenaan dengan kurma[1]. Nah, itu buah saban bulan puasa pasti berdatangan ke Indonesia, dan harganyapun bervariasi banget, ada yg sekilo cuman lima rebu perak sampe ada yang sekilo ratusan ribu perak (kayak apa yah rasanya, kurma yang mahal?). Paul Popenoe menuliskan daftar jenis kurma sebanyak 1.500 , dalam bukunya “The Date Palm (palm kurma)”, ditulis pada tahun 1924 (publikasi 1973)[2]. Di Iraq kini ada 450 jenis tanaman kurma betina, beberapa yang popular di antaranya ialah:

  1. Kurma ‘Zahdi” (merupakan jenis kurma terbanyak dengan 43% dari pertanian kurma, jenis ini memiliki harga rendah)
  2. Kurma ‘Sayer’ (23 % hasil pertanian kurma adalah jenis ini, di pasaran jenis ini memiliki harga tinggi)
  3. Kurma ‘Halawi’ (13%, memiliki harga tinggi)
  4. Kurma (6%,  memiliki harga tinggi)
  5. Dan juga jenis ‘Khastawi, ‘Brem’, dan Chipchap
  6. Kurma ‘Sawaya’ dan sejenisnya pada 1983 tercatat sebagai jenis kurma dengan yg masuk dalam daftar 55 besar kurma pertanian di Saudi Arabia yang memiliki   kadar gula, tannin dan vitamin.

Ternyata urusan kurma ribet juga yah. Nah jangan lupa ternyata kurma juga udah diteliti dan komposisi kurma ternyata beragam. Kurma kaya dengan protein, serat gula, vitamin A dan C serta mineral seperti zat besi, kalsium, sodium dan potasium. Kandungan protein didalam kurma sebesar 1.8 – 2.0 persen, serat sebanyak 2.0 – 4.0 persen dan gula sebesar 50 – 70 persen glukosa.[3]. Selain itu berdasarkan penelitian, Kesahatan Dunia (WHO), zat gula yang ada didalam kurma itu berbeda dengan gula pada buah-buahan lain seperti gula tebu atau gula pasir yang biasa mengandung sukrosa dimana zat itu langsung diserap kedalam tubuh. Hal ini membuat gula itu harus dipecahkab terlebih dahulu oleh enzim sebelum berubah menjadi glukosa. Sebaliknya, kurma tidak menbutuhkan proses demikian. Sementara potasium didalam kurma berguna untuk mengatasi masalah stress, sembelit dan lemah otot. Tidak hanya itu, berkat zat besi dan kalsium yang ada pada kurma, orang bakal terhindar dari penyakit yang beresiko tinggi seperti penyakit jantung dan kencing manis.

Dalam setiap 100 g kurma kering terkandung vitamin A 50 IU, thiamin 0,09 mg, riboflavin 0,10 mg, niasin 2,20 mg, serta kalium 666 mg. Zat-zat gizi itu berfungsi membantu melepaskan energi, menjaga kulit dan saraf agar tetap sehat serta penting untuk fungsi jantung. Riboflavin dan niasin misalnya, akan membantu melepaskan energi dari makanan, sementara thiamin membantu melepaskan energi dari karbohidrat. Vitamin A dan niasin memainkan peranan dalam membentuk dan memelihara kulit yang sehat. Thiamin penting bagi sel-sel saraf, sementara niasin menjaga fungsi normal saraf. Kurma juga mengandung banyak mineral penting, seperti magnesium, potasium, dan kalsium. Mineral-mineral itu sangat diperlukan oleh tubuh. Serat yang terdapat dalam kurma berfungsi melunakkan usus dan mengaktifkannya, yang secara alami bisa mempermudah buang air besar. Dalam kurma juga terdapat semacam hormon potuchsin yang bisa menciutkan pembuluh darah dalam rahim, sehingga bisa mencegah perdarahan rahim [4].

Jadi faedah kurma juga beragam, selain untuk menjaga stamina tubuh baik habis berbuka maupun saat berpuasa (di makan saat sahur), juga untuk mencegah berbagai penyakit, seperti stroke, jantung, kencing manis dan banyak lagi. Nah, bagi kita yang mungkin berbpenghasilan pas-pas, gak perlu juga beli yang ratusan ribu per-kilo harganya. Mungkin beli kurma dari jenis “Zahdi” saja sudah cukup, karena selain fakta ilmiah yang mendukung faedah dan kebajikan dari kurma, hadis-hadis yang menjelaskan soal kurma  juga ada. Malah dalam Al Quran juga sudah disinggung soal kurma, seperti dalam Surah Maryam, ayat 25-26 perihal Siti Maryam yang disinggung Nabi diatas. Firman Allah, “Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, maka pohon itu akan menggugurkan buah yang masak kepadamu, maka makan serta minumlah dan bersenang hatilah kamu.” Sedangkan hadis yang menguraikan tentang kurma adalah Berdasarkan asbabul wurud (sebab-sebab turunnya suatu hadist) disebutkan dulu Nabi Muhammad s.a.w kalau berbuka puasa yang dimakan adalah kurma. Kurma yang dimakan itu diberi nama ‘ajwah (ajua). Ceritanya, pada saat itu ajua adalah nama anak Salaman Alfarisi, orang nasrani yang akhirnya masuk Islam. Dia mewakafkan lahan kurmanya untuk perjuanan Islam. Untuk mengenang jasa-jasanya itu, akhirnya Rasul menamakan kurma yang dimakannya saat berbuka puasa sebagai kurma ajua. Bahkan, dalam hadist yang lain Beliau sendiri sempat menyatakan, “Rumah yang tidak ada kurmanya seperti rumah yang tidak ada makanan.” Perkataan Rasullah tersebut menunjukan betapa pentingnya khasiat yang dapat diambil dari buah kurma[5].

Bila dimakan oleh anak-anak, maka kurma memberi khasiat untk mencerdaskan otak mereka. Cukup beralasan, bila Rasullah s.a.w menganjurkan bagi para isteri yang mengandung untuk makan buah kurma. Kata Nabi, “Berilah makan buah kurma kepda isteri-isteri  kamu yang sedang hamil, karena isteri-isteri kamu yang sedang hamil. Karena sekiranya wanita hamil itu memakan buah kurma, niscaya anak yang akan lahir kelak akan menjadi anak yang penyabar, bersopan santun serta cerdas. Sesungguhnya makanan Siti Maryam takkala melahirkan Nabi Isa a.s adalah buah kurma. Sekiranya, Allah s.w.t., menjadikan suatu buah yang lebih baik dari pada buah kurma, maka Allah telah memberi makan buah itu kepada Siti Maryam.” (H.R. Bukhari).

Nah, sodare-sodare. Kalo mikirin lagi saat sebelum berbuka dan setelah berbuka bagaimana nafsu makan/minum kita terbuai karena godaan beragam makana/minuman khas yang memang pasti lezat-lezat, kenapa saja kita ndak berbuka dengan kurma dan air putih doang. Saya sih juga mikirin, bahwa dengan hanya berbuka seperti itu dan kemudian kita makan malam ala kadarnya seperti saat-saat kita sebelum berpuasa, maka saya yakin kenaikan harga-harga bahan makanan pokok sebelum ramadhan dan selama ramadhan tidak terjadi. Lucunya, orang akan bilag ini tradisi kok…nah loh? Tradisi yang mana?. Padahala Rasullah sendiri enggak sama  sekali mengajarkan berbuka dan sahur dengan panganan yang berlebih, juga dengan hari raya Idul Fitri. Yang disarankan adalah berpakaian bagus dan bersih, yaitu bukan pakaian baru, tapi pakain yng layak dipakai dan tentunya bersih dari najis. Kondisi-kondisi yang memaksa kita untuk berlebih dalam menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri justeru akan bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan makna dari bulan suci dan hari fitri. Malah kita dianjurkan bersedekah kepada yang tidak berkehidupan seperti kita.

Ayo deh, kita mulai berbuka dengan kurma dan menjalani bulan suci ini dengan ala kadarnya terkait menu-menu dan pakaian. Yang dilebihkan-lebihkan adalah ibadah dan amalannya. Kurma semata diturunkan tidak hanya dengan faedahnya saja, tapi menjadikan ICON kesederhanaan dalam hidup dan Islam bukanlah agama yang melebih-lebihkan sesuatu.

Lagi pengen jadi Ustadz, 24 Agustus 2010

[1]. http://masbadar.com/2009/06/14/kurma-asal-usul-penyebaran-varietasnya/

[2]. www.hort..purdue.edu/newcrop/morton/Date

[3]. http://www.dtjakarta.or.id/content/view/52/33/

[4]. http://tunhafez.multiply.com/journal/item/18/Kebaikan_Kurma

[5]. Majalah Asy-Syariah Vol. 1 No. 03 hal 73-74

Foto-foto diperoleh dari beberapa sumber di internet.


Aksi

Information

3 responses

26 08 2010
mew da vinci

di rumah saya walau ada kurma tapi gak ada makanannya…:mrgreen:
*ngglosoran di lantai sambil kipas-kipas*

27 08 2010
juarsa

Cuciaaann dehh…hihihihi

2 01 2013
Ruma Bhat

You absolutely outdid yourself with this. Color me impressed.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: