Reaktor Nuklir Jangan Dilewatkan

21 08 2010

PLTN Terus Diupayakan

Sumber : http://www1.kompas.com/read/xml/2010/08/20/03343774/reaktor.nuklir.jangan..dilewatkan
JUMAT, 20 AGUSTUS 2010 | 03:34 WIB

Jakarta, Kompas – Meskipun Indonesia kaya akan sumber daya alam dan energi, tapi jangan sampai melewatkan energi nuklir sebagai sumber daya energi alternatif, khususnya untuk listrik. Namun, untuk penerapannya harus dengan memperkuat kemampuan sendiri lebih dulu.

”Jangan terlena dengan banyaknya sumber daya alam dan energi yang tersedia. Kita akan memanfaatkan energi nuklir semaksimal mungkin,” kata Wakil Presiden Boediono saat menjawab pertanyaan peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) XLIV Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) di Istana Wapres, Jakarta, Kamis (19/8).

Komen juarsa : Terlena dengan publikasi bahwa energy kita masih berlimpah, terlena dengan bisnis energi yaitu penjualan batu-bara dan penambangannya, proyek2 energi konvensional lainnya. Memaksimalkan pemanfaatan energi nuklir: karena nilai ke-ekonomian, dan terlepas dengan urusan politis dan penerimaan masyarakat.

Dalam acara pembekalan oleh Wapres Boediono itu hadir Menko Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto; Gubernur Lemhannas Muladi; serta 100 peserta PPRA Lemhannas.

Sebelumnya, seorang peserta menanyakan tindak lanjut pembangunan reaktor nuklir di Indonesia. Wapres Boediono pada 12-13 April lalu mewakili Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri Nuclear Security Summit di Washington DC, Amerika Serikat.

(no cemment)

”Ini (nuklir) adalah teknologi yang tidak bisa tidak harus dikuasai. Karena itu, penguasaannya jangan sampai dilewatkan begitu saja. Ke depan, itu (pemakaiannya) sangat jelas,” tambah Wapres.

Komen juarsa : Jelas ini menunjukkan bahwa kompetensi BATAN selaku litbang nuklir harus terus-terusan di tingkatkan termasuk peran serta dari instansi litbang lain dan PT, riset nuklir juga tidak melulu PLTN namun aplikasi nuklir dsb. Disiplin tidak terkolerasi dengan peningkatan kompetensi, kompetensi akan terkolerasi dengan riset dan hasil riset yang diperhitungkan di dunia, misalnya bagi peneliti tentunya karya ilmiah yang terus-terusan diterbitkan di internasional dengan media jurnal int. yang memiliki impact factor tinggi. Paten-paten dan metode-metode ilmiah terkait keilmuan dan keteknikan nuklir perlu diperbanyak, nuklir eksperties terkait SDM semakin diperhitungakan secara internasional.

Menurut dia, di sejumlah negara maju, kebangkitan kembali reaktor nuklir sudah terlihat. ”Risiko itu tetap ada. Dalam hidup ini, semua berisiko, mulai dari batu bara dan juga gas. Jadi, masalah reaktor nuklir harus dipelajari dengan benar-benar,” katanya.

Komen juarsa: Wapres sadar bahwa energy nuklir sudah kembali menjadi alternatif pilihan pokok (energy base) sebagai energy source untuk pembangkitan, dan ke depan akan menjadi primadona ketika sumber2 konvensioanl sudah mulai habis. Resiko atau safety factor dalam pengoperasian “machine” apapun akan selalu ada, terlebih PLTN yang memiliki resiko radiasi jika terlepas ke lingkungan saat terjadi accident. Mempelajari disini, tentunya dengan litbang dasar, dan terapan serta keseriusan pihak penyelenggara litbang dalam menguasi dan mengembangkan teknologi PLTN, khususnya safety dan aplikasinya.

Wapres menambahkan, energi nuklir memang mahal, tapi pembiayaannya bisa murah jika teknologinya dikuasai.

Tentang kapan waktunya reaktor nuklir untuk penyediaan energi direalisasikan, Wapres Boediono menjawab, ”Saya akan melihatnya sejalan perkembangan beberapa tahun ke depan. Namun, intinya, kita harus melakukan ini dengan memperkuat kemampuan kita sendiri dulu.”

Komen juarsa : kembali ke statemen di atas tentang “penguasaan tek. Nuklir” dan terkait dengan pernyataan “kemampuan kita sendiri dulu”, dimana hal itu sangat multi tafsir, maksudnya jika kita harus mampu dahulu untuk menguasai teknologi nuklir tanpa adanya transfer teknologi memalui first unit PLTN (seperti Korea dan Jepang), maka reaslisasi PLTN tidak bisa dihitung kapan waktunya, dan semua bergatung kepada kemampuan lembaga litbang yang memiliki tusi NUKLIR. Perkembangan beberapa tahun ke depan, adalah alasan untuk menunggu situasi politis, terkait kepercayaan masyarakat Indonesia tentang KEAMANAN dan KESELAMATAN teknologi PLTN, bisa jadi ketika pak Bud mencalonkan jadi presiden baru berani di realisasikan, selain tentunya juga karena pertimbangan ke-ekonomian. Jadi, pernyataan di atas menunjukkan kontardiktif terkait waktu karena factor kemampuan SDM Indonesia dalam menguasai teknologi PLTN, dan factor ke-ekonomiannya. Pak wapres adalah ekonom, factor ini juga menjadi pertimbangan logis bagi beliau, namun unsur ketidak percayaan terhadap SDM agak kental nampaknya.

Boediono mengakui, waktunya tidak bisa ditentukan pasti. ”Namun, kita akan berusaha sampai suatu saat kita sepakati bersama lokasinya, kita akan bangun reaktor nuklir untuk tujuan pembangkit listrik. Ini adalah cita-cita yang akan kita teruskan.” (har)

Komen juarsa : Kembali bahwa factor waktu semakin tidak jelas, dan banyak sekali parameter yang akan mempengaruhinya. Faktor public acceptance (terkait pemilihan tapak dan persetujuan masyarakt RI), komitmen internasional untuk nuklir tujuan damai, pencapaian nilai ekonomi yang baik, dengan “energy saving is money saving”, bahwa PLTN masih menjadi pembangkit listrik yang murah dan dapat menyediakan sumber energy dengan kuantitas besar.

……renungan dan guratan fikiran, 20 Agustus 2010 (mulai menulis, saran Lutfi)


Aksi

Information

3 responses

22 08 2010
mew da vinci

hidup Oom MJ! Hidup!!!!! Pilih MJ atau TIDAK!
*ngarak panji-panji keliling alun-alun keraton yogyakarta*

23 08 2010
juarsa

Hehehehe….emang lagi sunatan di arak2? Btw, thanks ya.

23 08 2010
juarsa

Bingung juga nyeting2 belog yah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: